berita bola

Penggemar MU di Paksa Memilih Klub Rival

Fans Manchester United dihadapkan pada pilihan susah mereka lebih hendak melihat Liverpool atau Manchester City yang juara Liga Inggris. The Reds dan The Citizens berlomba ketat di Liga Inggris. Liverpool untuk sedangkan ada di posisi kesatu klasemen Liga Inggris dengan raihan 88 angka dari 35 kali berlaga. Sementara tersebut City terdapat di posisi kedua dengan koleksi 86 poin dari 34 kali bertanding.

Penggemar Manchester United di Paksa Memilih Klub Rival Sebagai Juara

City dapat menyalip Liverpool bila memenangi laga dengan Manchester United di Old Trafford Kamis 25 maret 2019 dinihari WIB. Itu menjadi pilihan susah untuk MU berhubungan penentu juara Liga Inggris musim ini. Liverpool adalahpesaing terdekat MU sebagai pengoleksi terbanyak trofi Liga Inggris. Man United terdapat di posisi kesatu dengan 20 trofi Liverpool memenangi dua piala lebih sedikit.

Sementara tersebut City adalahrival sekota MU sejumlah musim belakangan City adalahtetangga yang berisik. Eks pemain City Danny Mills memiliki pendapat mengenai kemauan fans MU. Ini pilihan susah untuk semua fans United. Ada kemungkinan sejumlah dari mereka beranggapan kita hendak City atau Liverpool yang menjadi juara. Saya hendak bilang bahwa banyak sekali dari mereka hendak City yang menjadi juara sebab mereka telah memenanginya sebelumnya.

Ada kompetisi sengit dalam urusan jumlah gelar juara dengan Liverpool jadi fans barangkali sedikit diam dalam pertandingan ini. Ole Gunnar Solskjaer telah bilang bahwa fans mereka spektakuler dan dia bercita-cita mereka dapat luar biasa ketika derby namun mereka akan tidak banyak lesu. Sejak mempermanenkan Ole Gunnar Solskjaer Manchester United justru kepayahan telah tepatkah mempermanenkan Solskjaer?

Solskjaer Bawa United Makin Terperosok

Solskjaer memulai perjalanannya sebagai caretaker MU dengan positif dia membawa Setan Merah tak terkalahkan di 11 pertandingan berturut-turut hanya berimbang sekali. Dalam periode tersebut MU mengalah tim-tim kuat laksana Tottenham Hotspur dan Arsenal di partai tandang. Setelah tersebut MU bahkan membalikkan suasana atas Paris Saint-Germain di Liga Champions dan lolos ke perempatfinal.

Setelah meraih 14 kemenangan dari 19 laga 2 imbang, 3 kalah MU menyimpulkan mempermanenkan Solskjaer pada 28 Maret kemudian tapi setelah tersebut nasib MU berubah. Sejak saat tersebut ada enam pertandingan dilewati dengan melulu dua kemenangan diraih dan empat kekalahan ditelan. Di laga terbaru MU dihajar Everton di Goodison Park dengan skor 0-4 Minggu 21 maret 2019 malam WIB.

Robert Huth mantan bek Chelsea dan Leicester City menilai terdapat nuansa emosional saat MU mengusung Solskjaer sebagai manajer permanen. Pemain yang memenangi satu titel Premier League tersebut menyebut MU gegabah memungut keputusan. Pandangan serupa dilontarkan mantan gelandang MU Paul Ince. Hasil teranyar mengindikasikan Solskjaer pantas dipertanyakan kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *